Khawatir akan hal ini, tokoh nasional DR. Rizal Ramli menemui Ketua Umum PP Muhammadiyah DR KH Haedar Nasir, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang (14/2). Dalam pertemuan, kedua tokoh bertukar pikiran untuk mencari jalan keluar terbaik dari polemik yang sedang terjadi.
Rizal Ramli mengatakan, jangan sampai bangsa ini diadu domba dan saling dibenturkan seperti yang sekarang ini dirasakan, yaitu antara "kelompok santri" yang dibenturkan dengan "kelompok abangan", serta minoritas yang dibenturkan dengan kelompok mayoritas, juga antara kelompok suku tertentu dan umat agama tertentu.
"Upaya adu domba tersebut akan merusak dan bisa menghancurkan bangsa," kata Rizal Ramli dalam pertemuan di kantor PP Muhammadiyah.
Kepada Haedar Nasir, Rizal Ramli berharap Muhammadiyah kembali mengambil perannya sebagai unsur pemersatu bangsa karena Muhammadiyah merupakan bagian dari sejarah penting negara Republik Indonesia terutama dalam gerakan perjuangan kemerdekaan, persatuan serta kesatuan bangsa.
Rizal Ramli menekankan, jangan sampai Indopnesia setback hanya gara-gara satu orang yang berambisi kepada jabatan sebab risikonya akan sangat besar. Salah satunya perekonomian Indonesia bakal mundur lima sampai delapan tahun ke belakang.
Menanggapi ini Haedar Nasir menyatakan Muhammadiyah konsisten dalam menjaga kerukunan atar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak ingin bangsa ini terbengkalai hanya karena urusan Pilgub.
[dem]
BERITA TERKAIT: