Melalui apel siaga, kader dan struktur PDIP DKI menyatakan siap membela keberagaman dan kebhinnekaan, serta menjaga NKRI.
Ketua DPD PDIP DKI Ady Widjaja menjadi inspektur upacara. Beberapa tokoh partai banteng seperti Bambang Wuryanto, Achmad Basarah, Utut Adianto turut hadir dalam apel siaga.
Massa berbondong-bondong datang dari berbagai penjuru ibu kota menuju Lapangan Arcici sejak pukul 08.00 WIB. Mereka secara tertib dan penuh semangat mendengungkan yel-yel "Hidup Mega! Hidup NKRI!, Hidup Ahok-Djarot menuju DKI Satu".
Mengawali pidatonya, Ady mengatakan bahwa PDIP telah menetapkan diri sebagai partai yang berideologi Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila adalah jiwa bangsa yang lahir dari nilai-nilai tradisi keberagaman, kebangsaan, persatuan, gotong-royong, dan keadilan bagi bangsa Indonesia sejak sebelum kemerdekaan.
"Mencermati situasi dan kondisi yang mengemuka di media massa saat ini membuat PDIP merasa perlu bergegas kembali, menyiapkan barisan dan mengkonsolidasikan kekuatan untuk turut memikul beban. Guna menjaga ideologi Pancasila di bawah komando Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri," jelasnya.
Ady lalu mengutip pidato ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam peringatan HUT partai ke-44 pada 10 Januari lalu. Yaitu untuk tetap menjaga jalannya Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai pemerintahan yang terpilih secara Konstitusional melalui pemilu langsung, dan PDIP tetap memilih jalan ideologis. PDIP juga menyatakan diri tidak hanya sebagai rumah kaum nasionalis tetapi juga sebagai rumah kebangsaan bagi Indonesia Raya.
Untuk itulah, menyambut perintah ketua umum tersebut maka kader dan struktur PDIP di Jakarta harus bersiap diri. Kader dan struktur DPD PDIP DKI Jakarta menggelar apel siaga menunjukkan kesiapan sebagai kader PDIP DKI untuk siap bergerak apabila perintah Megawati Soekarnoputri diluncurkan.
"Apalagi, dalam beberapa hari ke depan, DKI Jakarta akan menghadapi pilkada yang pelaksanaan pemungutan suaranya akan dilaksanakan pada Rabu 15 Februari. Kita sebagai kader partai wajib menjaga pelaksanaan Pilkada DKI berjalan kondusif, aman, dan damai. Dan, tentu saja mengamankan rekomendasi Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot dalam satu putaran," tambah Ady.
Menutup sambutannya, Ady menanyakan kesiapan para kader dan struktur untuk membela keberagaman dan kebhinekaan dan menjaga NKRI. Massa yang hadir dengan kompak menjawab kesiapan.
PDIP DKI juga mengajak para peserta untuk bergotong-royong, bergandeng tangan, bersama seluruh rakyat mempertahankan NKRI.
"Dengan semangat Banteng Sejati, kita siapkan barisan. Setia Megawati dan setia NKRI," katanya.
Panitia apel siaga Irwan Djuanda Gultom menambahkan, ribuan massa walau kehujanan tetap semangat.
"Kita massa PDIP berkomitmen dengan semangat juang banteng. Kami patuh sama instruksi Ibu Megawati," ujarnya.
Irwan menegaskan bahwa massa PDIP se-Jakarta Pusat dengan semangat mematuhi perintah ketua umum untuk turun dengan segala kekuatan secata penuh.
"PDIP se-Jakarta Pusat, mulai DPC, ranting dan anak ranting datang semua dengan massa yang solid," imbuhnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: