Lokasi pertama yang dikunjungi Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Pantai Wailela. Dalam kesempatan itu, Menteri Puan didampingi menteri kesehatan dan menteri sosial memberikan sejumlah bantuan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil. Bantuan diberikan Menteri Puan dengan disaksikan secara langsung Presiden Jokowi.
Berdasarkan laporan Kemenko PMK, penerima PKH di Kota Ambon ditargetkan tahun ini sebanyak 4.598 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran PKH tunai tahap satu tahun anggaran 2017 akan diberikan secara simbolis kepada sebanyak 350 KPM. Penerima PKH ini akan menerima bantuan uang sebesar Rp 500.000 per tiga bulan.
"Penerima PKH ini akan mendapat uang sebesar Rp 500 ribu yang bisa diambil melalui Bank BRI dengan membawa tabungannya," jelas Menteri Puan kepada redaksi, Rabu (8/2).
Lanjutnya, PKH diberikan bagi lansia, ibu hamil, dan ibu yang memiliki anak. Agar dapat dipergunakan sebaiknya untuk kebutuhan keluarga. Menteri Puan juga menyebutkan, selain PKH, jenis bantuan yang diterima masyarakat Kota Ambon adalah PMT untuk bayi atau balita, PMT untuk ibu hamil, dan PMT untuk anak sekolah. PMT yang berjumlah masing-masing satu ton akan dibagikan kepada 600 ibu hamil, 100 anak sekolah, dan 300 bayi/balita.
Sementara untuk penerima KIS, Menteri Puan menjelaskan, Kota Ambon menerima sebanyak 1.333 peserta dengan jumlah 347 kepala keluarga (K) dari total 92 KK. Sebanyak 400.000 peserta di seluruh Indonesia, dia berharap agar KIS dapat dipergunakan jika benar-benar dalam keadaan sakit.
"KIS ini sebaiknya dipergunakan jika benar-benar sakit. Untuk itu, lebih baik dapat dicegah dengan hidup sehat, memakan makanan yang sehat, olah raga secara teratur, dan tidur yang cukup," beber Menteri Puan.
Usai memberikan bantuan di Desa Rumah Tiga, Presiden Jokowi bersama Menteri Puan beserta rombongan pun bergerak menuju lokasi kedua. Di SMPN 2 Kota Ambon, menteri pendidikan dan kebudayaan bersama wakil gubernur Maluku dan kepala SMPN 2 menyambut kedatangan Jokowi dan rombongan.
"Untuk siswa SD, dana KIP yang akan diterima sebesar Rp 450 ribu, untuk siswa SMP sebesar Rp 750 ribu, dan untuk SMA/K sebesar Rp 1 juta," ujar Menteri Puan mengawali laporannya.
Dia melanjutkan bahwa pemerintah pada tahun ini telah menargetkan sebanyak 16,4 juta anak akan segera menerima manfaat dari KIP. Jumlah ini rencananya akan ditambah lagi menjadi 17,9 juta penerima manfaat KIP.
Pada 2016, pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 158.933 KIP kepada anak yatim piatu. Sementara di tahun ini rencananya akan ada penambahan sebanyak 736.848 KIP yang akan didistribusikan. Sehingga total pendistribusian KIP untuk anak yatim seluruh Indonesia adalah sebanyak 896.781.
Dalam kunjungannya ke Ambon kali ini, Menteri Puan didampingi mendikbud membagikan sebanyak 1. 265 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada pelajar tingkat SD, SMP, SMA/K, dan SLB.
Penyerahan KIP secara simbolis diberikan kepada perwakilan siswa dari sekolah di dua kecamatan yakni Kecamatan Baguala dan Kecamatan Sirimau. Pemberian KIP di SMPN 2 disaksikan secara langsung oleh Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi sendiri turut memberikan paket bantuan berupa notebook sebanyak 20 unit kepada SMPN 2. Dia berharap, pemberian bantuan notebook dapat digunakan sebaik-baiknya oleh pihak sekolah untuk meningkatkan kreatifitas dan kemampuan siswa di bidang teknologi.
Pemberian KIP kepada anak yatim, piatu, dan yatim piatu telah beberapa kali dilaksanakan Presiden Jokowi dengan didampingi Menteri Puan dan mendikbud di beberapa daerah. Seperti di Jabodetabek, Boyolali, dan Yogyakarta.
Turut hadir dalam kesempatan ini Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Maluku Said Assegaf, Wakil Gubernur Zeth Sahuburua, anggota DPRD Maluku, kepala SMPN 2 Kota Ambon beserta jajaran dan para undangan lain.
[wah]
BERITA TERKAIT: