Namun begitu, hal ini berbanding terbalik dengan pendapat seluruh pemilih Jakarta, dengan populasi pemilih muslim 85 persen, yang justru menempatkan Ahok di urutan buncit.
Begitu kata pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam keterangan tertulisnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (23/1).
Dijabarkan Denny, berdasarkan hasil survei yang dirilis LSI pada bulan ini, masyarakat Jakarta justru menaruh kepercayaan menjaga keberagaman Jakarta kepada calon gubernur DKI nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Yang dipercaya lebih mampu merawat keberagaman Jakarta justru Agus dengan 30,5 persen, Anies dengan prosentase 24,5 persen, dan Ahok justru nomor buncit dengan 15,2 persen. Sementara yang tidak menjawab atau belum menjawab 29,8 persen," ujarnya.
Penggagas Indonesia Tanpa Diskriminasi itu menjelaskan, kasus Ahok yang kini menjadi terdakwa penistaan agama membuatnya kehilangan kepercayaan mayoritas pemilih Muslim bahwa ia mampu merawat keberagaman.
"Agus yang basisnya tentara, merah putih, lebih dipercaya mampu merawat keberagaman Jakarta. Itu sebabnya mengapa upaya menjadikan Ahok simbol keberagaman Jakarta selalu ditolak mayoritas pemilih Jakarta," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: