"Saya juga khawatir, kalau profesor yang datang dari luar negeri, sejauh mana nanti pemahamannya terhadap NKRI. Saya khawatir mereka minim pemahaman terhadap NKRI," kata Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi Partai Gerindra, Sutan Adil Hendra, Kamis (18/1).
Untuk itu, pihaknya meminta kepada Kemenristekdikti agar melakukan pertimbangan dan memberikan alasan yang konkrit terkait rencana itu. Dimana seharusnya pemerintah lebih mengutamakan profesor milik bangsa sendiri.
"Keluhan yang kita dapat dari teman-teman yang sudah menjadi profesor dan sudah berjuang habis-habisan untuk memperoleh profesor dan melampaui persyaratan-persyaratan, begitu sudah mendapat gelar profesor, malah tidak bisa didayagunakan," ujar Sutan.
Ia berharap, Kemenristekdikti lebih mengutamakan profesor dalam negeri, untuk didayagunakan di berbagai sektor pendidikan.
"Kemenristekdikti menjadi sesuatu kewajiban, untuk memperdayagunakan dan mengakomodir profesor-profesor dalam negeri, karena mereka juga punya angka kredit," imbuh Sutan.
Di satu sisi, Sutan meminta kepada Kemenristekdikti agar terbuka, kenapa tidak mendayagunakan profesor dalam negeri secara maksimal.
"Kenapa Menristekdikti harus impor. Padahal kita bunya banyak profesor," tukasnya seperti dilansir dari Parlmentaria.
Diketahui, Menristekdikti Mohamad Nasir mewacanakan masuknya 500 profesor dari luar negeri sebagai pemicu suasana akademik di segala aspek pada perguruan tinggi dalam negeri.
[rus]
BERITA TERKAIT: