Sementara dalam hal kebijakan, ada dua kebijakan Ahok yang tidak disukai warga Jakarta yaitu penggusuran dan reklamasi.
Begitu kata endiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/1).
"Bukan penggusuran itu sendiri yang dimasalahkan. Tapi oleh sebagian, apalagi oleh korban, prosesnya dianggap kurang manusiawi. Juga secara prosedural untuk beberapa kasus, pengusuran itu dilaksanakan dengan melanggar hukum," urainya.
Dalam hal reklamasi, banyak LSM yang bergerak pada isu lingkungan hidup bersatu dengan para nelayan yang dirugikan oleh kebijakan itu.
"Sebagai kebijakan, pro dan kontra memang tak terhindari. Namun gugatan atas nama lingkungan hidup punya pesona publik," sambung Denny.
Sedangkan ketidaksukaan yang bersumber dari karakter Ahok lebih menekankan pada aneka gaya, pilihan kata, dan tone dalam komunikasi yang ditunjukkan mantan bupati Belitung Timur tersebut.
"Dengan substansi yang sama, sebenarnya dapat dibuat gaya bicara dan pilihan kata yang berbeda. Ahok acapkali membuat celetukan yang bukan saja tak perlu. Lebih dari itu, ia menyatakannya dengan tone, pilihan kata, dan gaya yang merugikannya sendiri," lanjut penggagas gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi tersebut.
"Dari 100 persen ketidaksukaan atas Ahok, 47,2 persen disumbangkan oleh kemarahan atas kasus Al Maidah," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: