Begitu kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa saat memaparkan hasil survei terbaru lembaganya di Kantor LSI, Jalan Pemuda 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (17/1).
Dijelaskan Ardian bahwa sejak tengah November 2016, enam kali survei oleh enam lembaga menunjukkan hasil yang konsisten bahwa Anies selalu di nomor buncit. Bahkan dalam survei terakhir yang dirilis LSI sebulan jelang pencoblosan Anies-Sandi bukan saja tetap nomor buncit. Namun selisih dukungannya dibanding Ahok, apalagi Agus, semakin jauh.
"Selisih Anies sudah double digit, di atas 10 persen," ujarnya.
Dalam survei LSI, elektabilitas pasangan Anies-Sandi hanya 21,4 persen. Sementara pasangan petahana Ahok-Djarot di angka 32,6 persen dan pasangan Agus di angka 36,7 persen.
"Dibandingkan Ahok, Anies tertinggal 11,2 persen. Dibandingkan Agus, Anies tertinggal 15,7 persen. Yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,3 persen. Seandainya seluruh suara yang belum menentukan pilihan diambil Anies, ia masih tak bisa mengejar ketertinggalannya dari Ahok, apalagi Agus," pungkasnya.
Survei dilakukan pada tanggal 5 hingga 11 Januari 2017 di Jakarta. Survei berdasarkan tatap muka dengan 880 responden. Responden dipilih melalui metode multistage random sampling.
Margin of Error survei ini plus minus 3,4 persen. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri dan dilengkapi pula dengan kualitatif riset seperti FDG atau focus group discussion, media analisis, dan indepth interview.
[ian]
BERITA TERKAIT: