Kluster Pertanian Kurangi Ketergantungan Impor Beras

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 08 Januari 2017, 05:16 WIB
Kluster Pertanian Kurangi Ketergantungan Impor Beras
Anak Agung G.N Puspayoga/Net
RMOL. Selain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, program kluster pertanian yang tengah disiapkan Kementerian Koperasi dan UKM juga diproyeksikan untuk mengurangi ketergantungan akan beras impor.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung G.N Puspayoga, usai melakukan kunjungan ke KUD Padangan,  Bojonegoro, Jawa Timur (Sabtu, 7/1).

"Untuk tahap awal, saat ini sudah disiapkan lima kluster pertanian di lima daerah dengan masing-masing luas lahannya 1.000 hektar, nantinya akan ada 65 kluster pertanian yang saya kira akan mampu mengurangi bahkan menhentikan ketergantungan beras impor," kata Puspayoga.

Kelima daerah yang disiap itu adalah Sukabumi, Lampung, Banyumas, Demak dan Bojonegoro. Dari kelimanya, kluster Sukabumi yang sudah berjalan, selebihnya masih dalam proses. Kluster pertanian di Sukabumi menggandeng PT Pertamina yang menyalurkan dana CSR nya melalui program kemitraan bina lingkungan (PKBL).

Dalam hal ini 2.400 petani yang tergabung dalam kluster tinggal berproduksi saja, sedang saprodi (sarana produksi padi) disiapkan oleh koperasi, sementara PT yang dibentuk (PT BUMR) membeli Gabah Kering Panen (GKP) seharga Rp 4.500 per kg lalu memasarkannya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA