"Tentu alamiah manakala manusia bergembira, dan tidak dilarang. Hal yang dilarang ialah sesuatu yang berlebihan, boros, sia-sia, dan larut dalam kegembiraan yang menjauhkan diri dari Tuhan," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam keterangannta, Sabtu malam (31/12).
Menurut Haedar, perlu pemaknaan yang esensial dalam melepas tahun berlalu dan menyongsong tahun baru dengan perenungan diri.
"Apakah hidup kita di tahun baru itu ingin lebih baik dan bermakna ketimbang tahun sebelumnya. Hidup yang memiliki arti positif bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa, umat manusia serta lingkungan dengan melahirkan pikiran-pikiran dan amal-amal yang maslahat dan berkemajuan," katanya.
Islam, sambungnya, mengajarkan umatnya bertaqwa dan memikirkan masa depan. Maka bagi umat Muslim, tahun 2017 harus menjadi tonggak merancang dan menjalani masa depan yang lebih produktif dan konstruktif.
"Allah berfirman, dalam Quran Surat al-Hasyr ayat 18, yang artinya: wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan," demikian Haedar.
[ysa]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: