"Dialog dulu, dudukkan persoalan. Jangan tiba-tiba bilang makar," kata Babe, begitu Ridwan Saidi akrab disapa, Sabtu (26/11).
Pengelolaan negara sebesar Indonesia, jelas mantan anggota DPR ini, tidak bisa hanya dengan modal kekuasaan alias
crude power, tapi harus sensitif terhadap budaya dan aspek sosiologis.
Ketidakpekaan terhadap aspek budaya dan sosiologis dapat merobek-robek persatuan dan kerukunan nasional, jadi sumber disintegrasi.
Untuk itu, lanjut Babe yang juga pernah menjadi ketum PB HMI ini, Presiden Jokowi dan pemerintahannya, jangan lari dari masalah, berbicara lah dengan mereka, khususnya penggerak atau panitia aksi menuntut Ahok.
"Ini seolah-olah nggak ada yang mau ketemu, nggak ada yang mau dialog. Ingat, kepentingan negara itu harus di atas segala-galanya," tukas Ridwan Saidi.
[rus]
BERITA TERKAIT: