ASEAN Jangan Tutup Mata Atas Penderitaan Rohingya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 23 November 2016, 08:33 WIB
ASEAN Jangan Tutup Mata Atas Penderitaan Rohingya
Foto/Net
rmol news logo . Kehadiran ASEAN sebagai penjaga kedamaian di kawasan Asia Tenggara dinilai tidak efektif. Tidak terselesaikannya persoalan kejahatan kemanusiaan dan genosida di Arakan, Myanmar menjadi bukti bahwa ASEAN tidak berdaya.

Demikian disampaikan pegiat advokasi Rohingya di Indonesia, yang juga advokad tergabung di Solidarity Network for Human Rights (SNH) Advocacy Center, Heri Aryanto, Rabu (23/11).
 
ASEAN dinilai tidak mampu melindungi Rohingya dari tindakan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh kelompok penduduk mayoritas Myanmar. ASEAN juga tidak mampu menekan Myanmar untuk menghentikan kezaliman atas nama kemanusian dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.

"ASEAN menutup mata atas penderitaan Rohingya di Myanmar," ucap aktivis yang pernah terjun di bumi konflik Arakan, Myanmar.

Menurut Heri, ASEAN harusnya punya peran yang strategis dalam menyelesaikan tragedi ini.

"Bagaimana mungkin ASEAN bisa turut menciptakan perdamaian dunia, jika melindungi masyarakatnya saja tidak bisa," ujarnya.

Heri menambahkan, posisi Indonesia sebagai saudara tertua Myanmar seharusnya dapat dimanfaat untuk dapat memaksimalkan peran ASEAN. Berbagai jalur diplomasi bisa ditempuh kalau memang serius ingin melindungi Rohingya.

"Kalau dibuat hanya untuk kumpul-kumpul, lebih baik ASEAN dibubarkan saja," pungkasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA