Tolong, Kapolri Dan Panglima Jangan Terlalu Reaktif Dengan Aksi 212

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 22 November 2016, 09:24 WIB
Tolong, Kapolri Dan Panglima Jangan Terlalu Reaktif Dengan Aksi 212
Arief Poyuono/Net
rmol news logo . Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo diminta tidak terlalu rekatif dengan Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 "Aksi 212"

"Tolong kepada anak buah Bapak Presiden Jokowi seperti Kapolri dan Panglima TNI jangan terlalu reaktif dengan gerakan Aksi 212," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, Selasa (22/11).

Jelas Arief, para demonstran juga masyarakat yang harus diayomi dan diperhatikan.

"Ajaklah mereka bicara, bukan malah sedikit-sedikit menilai (mereka) makar. Ingat loh, aksi turun ke jalan itu sebagai konsekuensi sebuah negara yang demokratis yang harus sama-sama kita sadari," imbuhnya.

Jadi, lanjut Arief, Aksi 212 tidak usah dicurigai mempunyai tujuan terselubung, ingin berupaya menjatuhkan pemerintah.

"Jadi tenang-tenang sajalah, saya kok tetap yakin bahwa tidak ada yang mau makar terhadap Joko Widodo, karena cost social akan sangat besar jika terjadi makar. Kasihan rakyat sekarang sedang susah hidupnya terhimpit Ekonomi yang sedang kurang baik," terangnya.

Karena itu, ia mengajak semua jajaan pemerintahan Jokowi untuk cooling down dan Selalu berpikir positif tentang setiap gerakan aksi turun ke jalan.

"Dan harusnya mikir ada apa kok sampai bisa turun ke jalan, inikan berarti ada suatu yang tidak benar dalam penegakkan hukum atau rasa keadilan yang dirasakan masyarakat dalam kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Ahok," tukas Arief. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA