LSF Harus Lebih Profesional Dan Mendidik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 20 November 2016, 03:55 WIB
LSF Harus Lebih Profesional Dan Mendidik
rmol news logo . Lembaga Sensor Film Indonesia harus ikut mewujudkan pesan-pesan pendidikan dalam film. Dengan demikian, film tak sekedar menjadi hiburan semata.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy. Menurut Muhadjir, film berkaitan erat dengan imajinasi. Dan imajinasi harus diekspresikan dalam media yang ditampilkan secara apik.

"Melalui imajinasi ini perlu ditekankan nilai-nilai luhur. Dengan nilai ini imajinasi lebih terarah," terang Muhadjir sebagaimana dilansir JPNN (Sabtu, 19/11).

Pada perkembangannya banyak tokoh bangsa yang pernah menjadi anggota Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, di antaranya Ali Sastroamidjojo, Ki Hadjar Dewantara, Mr. Soebagio, RM. Soetarto, Anjar Asamara, Djajeng Asmara, dan Rooseno.

"Sekarang LSF berada di sini meneruskan dan mengisi apa yang telah diperjuangkan para tokoh-tokoh-tokoh bangsa itu," tuturnya.

Muhadjir menambahkan, tugas LSF tidak sekadar mengisi kemerdekaan, menjalankan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku, tetapi juga mengikuti perkembangan teknologi, pengaruh globalisasi dan liberalisasi.

"LSF diharapkan bekerja lebih profesional, transparan, akuntabel, memiliki integritas, dan tidak diskriminatif. Dengan itu, saya yakin LSF dapat benar-benar independen," pungkasnya. ​[ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA