
Badan Intelijen Negara (BIN) menampik berita-berita atau informasi yang beredar melalui media sosial (medsos) tentang hasil Rakor Komite Intelijen Pusat (Kominpus) di Jakarta, terkait perkembangan situasi dan kondisi nasional.
"Karena setiap informasi yang keluar dari BIN harus melalui satu pintu dari Deputi VI BIN, selaku penanggung jawab bidang komunikasi dan informasi BIN, sehingga berita atau informasi di luar mekanisme tersebut bukan berasal dari BIN," ujar Staf Khusus Deputi VI BIN, Adam Wahab dalam sebuah rilis resmi yang diterima dari BIN sesaat lalu, Kamis (17/11).
Adam Wahab menduga ada pihak-pihak tertentu memanfaatkan momentum eforia proses hukum atas Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menyampaikan berita-berita yang tidak benar tersebut.
"Deputi VI BIN meminta kepada masyarakat agar tidak terprovokasi berita-berita di media sosial yang simpang siur dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Adam.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: