Rizal Ramli Kembalikan Kasus Ahok Ke Jalan Yang Benar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 17 November 2016, 11:25 WIB
Rizal Ramli Kembalikan Kasus Ahok Ke Jalan Yang Benar
Ilustrasi/Net
rmol news logo Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama dan penyebaran informasi yang bertendensi menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan.

Ada kalangan di dalam negeri yang menganggap kasus yang menimpa Ahok ini adalah pertanda betapa keberagaman dan kebhinnekatunggalikaan di Indonesia sedang terancam oleh intoleransi dan fundamentalisme agama.

Pun tak sedikit media Barat dan ahli-ahli Indonesia dari Barat yang memotret persoalan ini dengan menggunakan sudut pandang itu.

Dalam artikel di harian Wall Street Journal edisi 10 November yang lalu, ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, dapat dipahami bila orang-orang yang tidak familiar dengan Indonesia, menganggap bahwa protes yang dilakukan umat Islam semata-mata didasarkan pada alasan bahwa Ahok adalah keturunan Tionghoa dan Kristen.

Juga, dapat dipahami mereka menganggap bahwa apa yang terjadi setidaknya pada tanggal 4 November lalu adalah tekanan dari kelompok intoleran.

Pandangan seperti yang dimiliki oleh pihak-pihak itu, sebut Rizal Ramli, adalah sebuah simplifikasi yang mereduksi persoalan dan sama sekali tidak menyentuh point utama yang jadi persoalan.

Rizal Ramli dalam artikel yang berjudul Jakarta’s Governor Gave Indonesian Islamist an Opening itu meluruskan anggapan-anggapan tadi dan berusaha mengembalikan kasus Ahok ke jalan yang benar.

Menurutnya, ini sesungguhnya terkait dengan gaya kepemimpinan Ahok yang kasar (crude) dan merusak (abrasive).

Ahok tidak memperlihatkan keberpihak pada rakyat kecil, sebaliknya dia memberikan keistimewaan kepada perusahaan-perusahaan pengembang yang memberikan bantuan tak kecil kepada dirinya untuk memenangkan pemilihan gubernut tahun 2017.

Ketika masih menjabat Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, tak jarang Rizal Ramli bertemu dengan warga Jakarta yang menjadi korban dari ketidakberpihakan Ahok pada rakyat.

"Mereka datang ke rumah saya, beberapa dengan airmata menetes," tulis Rizal Ramli yang membuatnya teringat pada kejadian-kejadian yang sama di era Orde Baru.

Rizal Ramli juga mengatakan, bahwa Ahok juga punya persoalan lain yang tak kalah serius, terkait dengan sejumlah skandal korupsi, seperti pembelian lahan RS Sumber Waras dan lahan di Cengkareng. Ini kasus-kasus yang kasat mata, namun tak bisa dijangkau oleh tangan aparat penegak hukum.

Karakter Ahok yang kasar dan merusak tadi juga dapat dilihat dari pernyataannya yang mengancam akan menggunakan bensin untuk membakar demonstran yang memprotes dirinya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA