"Tentu saja kita prihatin dan cemas dengan semakin maraknya ancaman teror peledakan bom yang melukai perasaan aman dan nyaman warga negara kita. Kami juga sampaik rasa duka mendalam kepada para korban," ujar Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti saat konferensi pers bertajuk 'Melawan Teror Menjaga Keberagaman' di kantor Maarif Institute, Tebet Barat Dalam II, Jakarta Selatan, Selasa (15/11).
Koalisi Masyarakat Sipil juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif, aman, nyaman, dan damai. Selain itu, imbauan juga disampaikan kepada para tokoh agama dan politik agar memberikan pernyataan yang menyejukan dan menghindari adanya polemik SARA di masyarakat.
"Dan kepada presiden, wakil‎ presiden, dan Kepolisian agar dapat menjamin keamanan dan kedamaian dengan menindak tegas pelaku kekerasan, juga mencegah upaya-upaya pengacauan keamanan atas nama agama dan politik. Negara tidak boleh kalah dengan kelompok-kelompok itu," pungkas Ray.
Serangkaian bom terjadi di negeri ini dalam kurun kurang dari dua pekan, seperti pelemparan bom molotov di Samarinda (13/11), Singkawang (14/11), Surabaya (9/11), dan Batu, Malang (14/11). Sementara Bom di Samarinda telah menewaskan balita bernama Ananda Intan Olivia Marbun, yang masih berusia 2,5 tahun dan melukai tiga anak lainnya.
Koalisi Masyarakat Sipil sendiri terdiri dari Romo Benny Susetyo, Jeirry Sumampow, Ray Rangkuti, Usman Hamid, Fajar Riza Ul Haq, Yudi Latif, Abdullah Darraz, Ahmad Imam Mujadid Rais.
[zul]
BERITA TERKAIT: