Buni Yani: Kasus Video Ini Jadi Besar Karena Ulah Timses Cagub

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Jumat, 11 November 2016, 15:39 WIB
Buni Yani: Kasus Video Ini Jadi Besar Karena Ulah Timses Cagub
Buni Yani
Kecil Besar
rmol news logo Terlapor kasus dugaan pengeditan video Ahok (Basuki T. Purnama), Buni Yani, menegaskan dirinya bukan orang pertama yang meng-upload dan men-share video yang berisi dugaan penisataan agama oleh sang calon gubernur DKI Jakarta petahana.
HUT RMOL news

Lewat akun facebook-nya, Buni mengungkapkan hasil risetnya bersama beberapa kolega menemukan bahwa sudah banyak orang yang menyebarkan video tersebut ke media sosial sebelum ia melakukannya pada tanggal 6 Oktober pagi. Kejadian yang diduga penistaan agama oleh Ahok sendiri terjadi pada 27 September kala sang gubernur berdialog dengan warga di Kepulauan Seribu.

"Sudah banyak yang upload dan share video tersebut pada tanggal 5 Oktober dengan caption yang jauh lebih menarik perhatian dibanding caption unggahan saya. Bahkan sudah ada yang berkomentar cukup tajam pada bulan September mengenai video ini," jelas Buni Yani.

Menurut Buni, unggahannya menjadi persoalan karena di-screenshot lalu disebarkan dengan tuduhan melakukan provokasi oleh tim sukses salah satu Calon Gubernur. Dia tidak menjelaskan Cagub mana yang dimaksud.

"Pagi screenshot ini disebar, sorenya saya sudah dilaporkan ke polisi," terang Buni.

Pelaporan ke polisi ini membuatnya jadi isu nasional karena ditayangkan stasiun TV. Lalu acara ILC di stasiun TV One mengambil momentum dengan menjadikannya topik pada acara tanggal 11 Oktober 2016. Pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam acara tersebut begitu tegas yang melahirkan banyak demonstrasi.

"Izinkan saya melakukan kontemplasi barang sejenak. Saya berpendapat, kalau saya boleh berandai-andai, kasus video ini tidak akan sebesar sekarang kalau tidak dibesar-besarkan oleh Timses salah satu Cagub tersebut. Tidak akan menjadi besar kalau screenshot video saya dengan tuduhan provokasi tidak disebarkan secara masif. Tidak akan menjadi besar kalau tidak dilaporkan ke polisi," ungkapnya.

Buni menegaskan, video-video sebelumnya dengan caption yang tidak kalah menarik perhatian sudah banyak disebar dan dibagikan. Tetapi karena tidak dipermasalahkan dan tidak dilaporkan ke polisi, maka tak pernah menjadi besar.

"Lalu siapa yang salah sekarang? Mari kita merenung sejenak melepaskan ego mau menang kalah. Sangat tak masuk akal menisbatkan kontroversi yang sekarang sedang berlangsung ini ke saya. Sangat tidak fair," tegasnya. [ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA