Jelang aksi tersebut, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) mensinyalir adanya upaya pengalihan isu jelang, saat, dan setelah berlangsungnya aksi.
"Pengalihan isu amat masif terjadi jelang aksi besok. Dan kami prediksi akan terus bergulir ketika dan pasca-aksi," kata Ketua Umum PP KAMMI, Kartika Nur Rakhman dalam rilisnya, Kamis (3/11).
Pengalihan isu yang dimaksud, terang Nur Rakhman, misalnya berupa penggalangan opini bahwa aksi 4 November mengancam kedaulatan NKRI, diboncengi teroris, bagian dari gerakan separatis, serta peserta aksi berasal dari gerakan radikal dan bakal bertindak anarki.
Menambahkan pernyataan Nur Rakhman, Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Riko Putra Tanjung menyatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh massa aksi dan aparat yang akan mengamankan jalannya aksi.
"Mari tunjukkan kepada dunia bahwa aksi umat Islam selalu damai. Jangan sampai termakan provokasi yang datang dari luar," seru Riko.
Aparat keamanan yang bertugas, imbuh Riko, juga harus mengawal jalannya aksi dengan baik dan kondusif.
"Jangan sampai aparat bertindak represif. Kalau sampai ada tindakan represif, maka posisi Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia akan terancam," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: