Derita Warga Luar Batang Teguhkan Niat AHY Bela Kaum Tertindas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 30 Oktober 2016, 18:19 WIB
Derita Warga Luar Batang Teguhkan Niat AHY Bela Kaum Tertindas
AHY: RM
rmol news logo . Kunjungan calon gubernur DKI nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke kawasan Luar Batang di kecamatan Penjaringan Jakarta Utara sepuluh hari lalu meneguhkan hatinya bahwa pencalonan di Pilgub DKI bertujuan untuk membela hak-hak warga yang tertindas dan diperlakukan tidak adil .

"Dulu, tempat ini adalah salah satu titik perlawanan terhadap penjajah Belanda. Kini, sebagian masyarakat menempatkan Luar Batang sebagai salah satu titik perlawanan terhadap ketidakadilan dan kesenjangan sosial," pekiknya saat memberi pidato politik di Gedung Djakarta Theater Jalan MH Thamrin No. 9, Jakarta Pusat, Minggu (30/10).

AHY kemudian menceritakan pengalamannya saat blusukan ke Luar Batang. AHY menuturkan bahwa saat dirinya berjalan menuju Masjid Luar Batang untuk menunaikan Shalat Jumat, dan melintasi pemukiman padat penduduk, secara tiba-tiba ada seorang ibu separuh baya menggennggam tangannya erat-erat.

"Ibu ini menatap saya lekat-lekat. Sambil agak bergetar suaranya, dia mengatakan 'saya tidak menyangka, ada calon gubernur yang datang ke sini. Tolong kami pak, kami butuh keadilan. Jangan lupakan kami'," kata AHY mengisahkan pengalaman blusukannya.

AHY menegaskan bahwa ibu itu adalah cermin warga setempat yang cemas pemukimannya akan digusur dengan alasan penataan lingkungan. Dia pun mengungkapkan bahwa tatapan dan amanah yang disampaikan ibu itu terus terngiang diingatannya.

"Lantas saya duduk tafakur. Memori ke detik-detik peristiwa pengambilan keputusan untuk ikut dalam Pilkada DKI ini hadir kembali. Tanggal 22 September 2016, usai Shalat Istikharah saya berdialog dengan Tuhan Yang Maha Besar, 'Ya Allah, apakah ini sebuah godaan akan kekuasaan ataukah sebuah panggilan tugas yang suci?'," tanyanya bermunajat.

AHY kemudian memilih keluar dari zona nyaman dengan mengakhiri ikatan dinas di TNI dan ikut dalam pemilihan gubernur. Menurutnya, pertemuan dengan Ibu warga Luar Batang telah memperteguh keyakinan dirinya atas keputusan yang telah saya ambil.

"Bismillahirrahmanirrahiim, keputusan saya untuk mengakhiri ikatan dinas di TNI dan maju sebagai calon gubernur DKI, saya yakini sebagai sebuah panggilan tugas suci untuk membela hak-hak warga yang tertindas dan diperlakukan tidak adil seperti yang dialami warga Luar Batang, serta untuk pembangunan kemashlahatan seluruh umat yang lebih besar, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan antar golongan," pungkas putra sulung Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Acara pidato politik ini turut dihadiri Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi sang istri, Ani Yudhoyono, Ketua Komisi Pemenangan Pemilu PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), polikus PPP Abraham Lunggana, politisi senior PAN Hatta Rajasa, Ketua DPW PAN DKI Eko Hendro, dan Sekjen PD Hinca Pandjaitan. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA