Megawati: Trisakti Dorong Indonesia Dan Aljazair Bangun Gerakan Non-Blok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 25 Oktober 2016, 07:58 WIB
Megawati: Trisakti Dorong Indonesia Dan Aljazair Bangun Gerakan Non-Blok
Megawati Soekarnoputri/Net
rmol news logo . Presiden Indonesia Kelima, Megawati Soekarnoputri, kembali membuka peran Bung Karno dalam kemerdekaan Aljazair.

Di hadapan Sidang Umum PBB misalnya, Bung Karno mendesak agar rakyat Aljazair diberi haknya untuk melakukan plebisit (referendum) untuk menentukan pilihannya sendiri. Plebisit tersebut didorong Bung Karno untuk segera dijalankan dengan berada di bawah pengawasan PBB.

Lalu, pada tanggal 1 Juli 1962 diadakan referendum di Aljazair untuk mendukung kemerdekaan bagi Aljazair. Akhirnya, pada tanggal 5 Juli 1962, Ajazair memproklamasikan diri sebagai negara merdeka.

"Indonesia adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Aljazair, dan Kedutaan Besar Indonesia adalah kedutaan pertama yang dibuka di negara ini, yaitu pada tahun 1963," kata Megawati saat menyampaikan Pidato Kebudayaan pada Konferensi Internasional Arsip Gerakan Non-Blok sebagai Memory of the World UNESCO di Aljazair (23/10).

Megawati menegaskan bahwa sekelumit sejarah yang ia ungkapkan tersebut sama sekali bukan untuk mengklaim bahwa kemerdekaan Aljazair karena jerih payah Bung Karno. Sebab kemerdekaan Aljazair adalah hasil perjuangan dan pengorbanan rakyat Aljazair sendiri.

"Saya menceritakannya kembali untuk mengingatkan kita semua, bukan hanya rakyat Aljazair, tetapi juga rakyat Indonesia, bahwa hubungan dua negara, tidak boleh keluar dari semangat kemerdekaan tersebut. Kerjasama yang ada sudah pasti akan menjadi penyimpangan dari amanat para pendiri bangsa kita, jika bertujuan untuk kepentingan modal dan keuntungan ekonomi semata," jelas Megawati.

Karena itu, sambung Megawati, tujuan menjadi negara merdeka tidak boleh hilang dari semua perjanjian yang dibangun pasca kemerdekaan. Megawati menjelaskan ciri-ciri negara merdeka yang sejati. Yaitu berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan. Itulah yang disebut Bung Karno sebagai Trisakti.

"Silakan tanya kepada Presiden Abdelaziz Bouteflika dan sahabat saya mantan Duta Besar Aljazair untuk Indonesia (1996-2004), Bapak Soufiane Mimouni, tentang persahabatan antara Presiden Abdelaziz Bouteflika dengan Bung Karno, sejak masa perjuangan kemerdekaan masing-masing kedua negara. Saya yakin bukan hanya Bung Karno, tapi Presiden Bauteflika, mempunyai cita-cita yang sama, menginginkan terwujudnya Trisakti untuk bangsa Indonesia, maupun Aljazair," kata Megawati.

"Bahkan, saya yakin Trisakti itu pula yang mendorong keduanya terlibat aktif dalam membangun Gerakan Non Blok, pada saat dunia 'terbelah' dalam Blok Barat dan Blok Timur," jelas Megawati. [ysa]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA