Ketua Umum Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (Forkum), Gus Sholeh MZ mengatakan, pernyataan provokatif dirasa makin memperkeruh keadaan, terlebih pasca pernyataan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal surat Al Maidah ayat 51.
"Biarkan MUI yang menyelesaikan dan soal proses hukumnya biar Kepolisian. Jangan semuanya ikut bicara. Banyak dimedia-media sosial, ada pengamat dadakan, ulama dadakan. Ini kok malah provokatif," tegas dia dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Kamis malam (13/10).
Terlepas dari itu, Gus Sholeh berharap pesta demokrasi warga Jakarta ini berjalan dengan baik, bukan malah menonjolkan masalah suku, agama dan ras.
"Kita tetap Indonesia. Kalau sudah terbakar ya kita yang rugi sendiri," jelasnya.
Gus Sholeh tak ingin Pilkada DKI 2017 ini layaknya perang. Semua pihak, baik tokoh agama, masyarakat, dan elit politik harus bisa menciptakan pilkada damai.
"Pemilu adalah pesta demokrasi. Namanya pesta ya seneng-seneng. Kita ingin semua cinta perdamaian, dan Indonesia miliki bersama," pungkasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: