Dua tahun rezim ini berjalan, pemerintahan berjalan dengan normal, dengan sistem yang ada, layaknya negara modern. Namun masih ada satu penyakit bangsa Indonesia yang hingga kini, bahkan dua tahun rezim Jokowi-JK, tetap tidak bisa teratasi, yakni korupsi.
"Problem bangsa ini tinggal satu, yakni penyakit korupsi yang akut. Jangan bicara sistem lagi, pilihan sistem sudah sangat bagus," terang pengamat Politik Ray Rangkuti, dalam FGD Catatan Kritis Dua Tahun Jokowi-JK oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Margasiswa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (7/10).
Sejauh ini, lanjut Ray, prinsip-prinsip demokrasi di Indonesia sudah selesai, alias berjalan sesuai koridor yang benar. Indonesia melakukan praktek desentralisasi, pemilu langsung, untuk memenuhi aspek sebagai negara modern. Indonesia juga banyak mendirikan komisi-komisi pengawasan institusi negara.
Namun tetap saja, praktek korupsi sudah sedemikian canggih dan masif di seluruh lembaga Republik Indonesia.
"Hampir semua lembaga, institusi republik ini gak ada yang bersih dari korupsi, sampai departemen agama terlibat. Al-Quran saja dikorupsi. Ini sudah gak masuk akal," ujar Ray.
Kedepan, korupsi tetap menjadi tantangan utama Presiden Jokowi jika ingin terus dipercaya oleh masyarakat selanjutnya.
"Tantangan utama kita korupsi. Pak Jokowi jangan hanya konsentrasi pembangunan fisik. Walaupun itu juga bagus, tapi jangan melupakan hal lain," tandas Ray.
[sam]
BERITA TERKAIT: