Pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrat, PAN, PPP dan PKB di Pilkada DKI 2017 itu dierima jajaran PP Muhammadiyah, seperti Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir; Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Thohari; Ketua PP Muhammadiyah, Noordjannah Djohantini; dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan dalam pertemuan tertutup tersebut, mereka hanya bicara normatif. Artinya, tidak ada omongan dukung-mendukung.
"Ini silaturahim biasa. Muhammadiyah hanya menyampaikan pesan moral agar dalam bersaing secara demokratis, elegan dan bermartabat," ujar Abdul Mu'ti saat dihubungi redaksi, Jumat (7/10).
Pihaknya pun membuka ruang kepada pasangan bakal calon yang lain, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi, termasuk bakal calon di daerah lain, untuk bersilaturrahmi dengan Muhammadiyah.
"Kami membuka diri. Organisasi ini memberikan kebebasan politik kepada anggotanya. Jadi silahkan (para calon) menjalain komunikasi merebut hati (anggota) Muhammadiyah," sebut Abdul Mu'ti.
Namun demikian, lanjut Abdul Mu'ti, Muhammdiyah dalam hasil tanwir telah rekomendasi mengenai kriteria pemimpin bangsa. Diantaranya, memiliki integritas, visioner, solidarity maker, problem solver, nasionalis-humanis, uswah (teladan), dan syaja'ah (berani membela kebenaran).
"Teladanan itu jauh lebih penting. Berani tidak cukup kalau tidak bisa jadi contoh. Termasuk, teladanan lebih penting dari pembangunan fisik," tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: