Diteriaki Gubernur Gila, Ahok Tidak Terpancing

Usai Sidang Di MK

Jumat, 07 Oktober 2016, 08:40 WIB
Diteriaki Gubernur Gila, Ahok Tidak Terpancing
Basuki Tjahaja Purnama/Net
rmol news logo Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikenal sebagai gubernur yang cepat naik pitam. Tak sulit mencari video aksi Ahok marah-marah di dunia maya. Yang jadi korban tak cuma anak buahnya, warga yang mengadu pun pernah disemprot. Tapi kemarin, ada pemandangan sebaliknya. Eks Bupati Belitung Timur itu yang dimaki-maki, bahkan diteriaki gubernur gila. Namun, Ahok tidak terpancing. Dia hanya menoleh lalu melengos.

Kejadian Ahok dimaki-maki orang itu terjadi usai sidang uji materi UU No.10/2016 tentang Pilkada di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, kemarin. Ahok hadir di sidang itu sebagai pihak penggugat aturan cuti bagi gubernur petahana.

Sebelum sidang dimulai, suasana masih kondusif. Sidang dimulai pukul 11 siang. Agendanya adalah mendengarkan keterangan dari pihak pemerintah dan pihak terkait. Setengah jam sebelumnya, para pihak berperkara sudah berdatangan. Ahok tiba di lokasi sekitar pukul 10.25 dengan stelan jas. Dari utusan pemerintah hadir eks Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan, adapun dari pihak terkait hadir sejumlah pengacara yang tergabung dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang dipimpin Habiburokhman. Belum terlihat adanya kesumat. Para pihak berperkara bersalaman sebelum bersidang.

Sidang pun berjalan lancar, meski dengan perdebatan. Dalam sidang, Djohermansyah menyampaikan bahwa cuti bagi gubernur petahana adalah bagian dari pilkada. Aturan ini harus tetap dipertahankan karena lebih banyak manfaatnya dari pada mudaratnya. Dengan cutinya petahana, pilkada akan berjalan demokratis dan lebih berkualitas. "Karena akan terhindar dari penyalahgunaan kekuasaan seperti pembagian dana bansos," kata Djohermansyah.

Senada disampaikan Habiburokhman. Dia bilang, jika gugatan ditolak maka akan memberi peluang bagi petahana menyalahgunakan kekuasaan. Seperti muncul di iklan layanan masyarakat. Dia mencontohkan kemunculan Ahok di iklan bioskop. "Apa adil disaat yang lain tidak bisa muncul beliau (petahana) bisa muncul," katanya.

Lewat pukul 2 siang, sidang ditutup. Pihak berperkara pun keluar satu per satu. Seperti biasa, usai sidang Ahok langsung dikerumuni wartawan untuk dimintai komentarnya. Nah, saat di tengah kerumunan wartawan itu tiba-tiba terdengar makian. Salah satu advokat dari ACTA rupanya mendekati Ahok dan langsung menumpahkan serapahnya.

"Ahok gila lu ya, ayat suci dimainin," kata dia. Mukanya merah, tangannya menunjuk-nunjuk. "Gubernur gila lu," tambahnya lagi. Sejumlah nama penghuni kebun binatang pun keluar dari mulutnya. Mendengar itu, Ahok tak terpancing untuk membalas memaki. Ia hanya menoleh sebentar lalu melengos, memilih untuk melanjutkan menjawab pertanyaan.

Namun sang ajudan yang berdiri di belakang Ahok langsung menimpali. Dia balas teriak meminta sekuriti untuk mengamankan si pengumpat. Si pengumpat yang belakangan diketahui bernama Habib Novel balas memaki. "Kita tantang, sampai di mana itu gubernur gila," ucapnya.

Melihat situasi makin memanas dan tak kondusif, Habiburokhman menengahi. Dia menenangkan emosi anak buahnya itu. "Udah-udah nanti lapor ke Bawaslu saja," kata Habiburokhman, sambil menggiringnya ke luar gedung.

Kenapa mengumpat? Habiburokhman menjelaskan keributan itu terjadi lantaran kekesalan Novel setelah melihat tayangan video yang menampilkan Ahok saat berkunjung ke Kepulauan Seribu, Selasa lalu. Ahok dianggap sudah menghina dan melecehkan Al-Quran saat mengutip surat Al-Maidah. Rupanya Novel naik pitam dan langsung melampiaskannya kepada Ahok.

Video itu memang jadi viral di dunia maya kemarin. Omongan Ahok itu muncul direkaman video berdurasi 1 jam 48 menit yang diunggah akun Pemprov DKI di situs berbagi video, Youtube. Omongan Ahok itu muncul di menit 24. Dalam video itu Ahok mengatakan rela jika warga yang beragama muslim tidak memilihnya.

"Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu, enggak pilih saya karena dibohongi dengan Surat Al Maidah (ayat) 51 macam-macam itu. Itu hak bapak ibu. Kalau bapak ibu merasa nggak bisa pilih karena takut masuk Neraka, oh nggak apa-apa," kata Ahok.

Tak butuh waktu lama, konten tersebut langsung memicu petisi online. Tak hanya itu, sejumlah pengacara yang tergabung dalam ACTA langsung melaporkan Ahok ke polisi dengan tuduhan menyinggung SARA. Bagaimana tanggapan Ahok? Bekas politisi Golkar ini santai saja menanggapinya. Dia bilang, tak merasa menghina atau melecehkan. "Itu orang potong-potong (videonya). Kamu nonton aja yang video penuhnya. Seperti apa," kata Ahok, kalem. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA