Demikian dikatakan Ketua DPP PDI Perjuangan, Sukur Nababan, kepada
Kantor Berita Politik RMOL (Kamis, 6/10) menyikapi rumor-rumor bernuansa sentimen suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang berkembang belakangan ini dengan target mendiskerditkan Ahok.
"Dalam pertarungan di Pilkada, cara-cara bertarung seperti itu tidak sejalan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila. Menjatuhkan lawan dengan mengusung isu SARA itu tidak berlaku, tetapi selalu digunakan untuk menjatuhkan lawan, " kata Sukur yang juga anggota Komisi VI DPR RI.
Dia mengajak semua pihak yang berkompetisi di Pilkada Jakarta untuk menggunakan isu-isu elegan dan mendidik. Pertarungan menuju puncak kekuasaan di ibu kota negara ini seharusnya berlangsung dalam ide dan gagasan.
"Kalau bicara Jakarta tentunya kita melihat prestasi. Artinya Ahok-Djarot sudah teruji dalam membangun kota Jakarta. Jadi kalau mau bertarung ya lebih baik bertarung dalam ide dan gagasan, bukan malah mengedepankan kampanye negatif untuk menjatuhkan lawan dengan cara yang tak elok juga," ujar Sukur.
Bagaimana Sukur menanggapi kabar bahwa Ahok menyinggung isu SARA dalam sebuah kesempatan di Kabupaten Kepulauan Seribu? Dia menduga pernyataan Ahok dipelesetkan atau dipelintir pihak lawan.
"Saya yakin, tidak pernah Ahok bicarakan suku dan agama, termasuk bicara rasis. Tapi lawan bisa saja melakukan apapun untuk mendiskreditkannya. Tapi kami yakin, masyarakat Jakarta tidak bodoh. Kalau cara-cara seperti itu masih dipakai untuk menjatuhkan Ahok, mereka akan ditinggalkan," demikian Sukur.
Video Ahok menyinggung ayat suci Al Quran beredar luas lewat Youtube dan menjadi viral di media sosial. Dalam video pernyataannya dalam sebuah kesempatan di Kepulauan Seribu, sang petahana mengungkit soal isi surat Al Maidah 51.
[ald]
BERITA TERKAIT: