Jika LSI menyebut isu kebijakan,
personality, primordial, dan munculnya calon alternatif yang fresh sebagai penyebab elektabilitas Ahok anjlok, Median justru berbeda.
Lembaga pimpinan Rico Marbun ini menyebut biang keladinya inkonsistensi Ahok dalam menentukan kendaraan politik. Berdasarkan data Median, lebih dari 70 persen pemilih Ahok menginginkan mantan bupati Belitung Timur itu maju melalui jalur independen.
"Publik menganggap Ahok ini cidera janji. Dia janji akan maju melalui jalur independen. Dia bilang tidak akan maju melalui jalur politik agar dia bisa lebih bebas dan tidak
money politic. Tetapi pada akhirnya pada bulan Juli lalu dia mengumumkan bahwa dia maju pada jalur parpol,
kan publik merasa tersakiti," ujarnya saat ditemui di Kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (5/10).
Berikut yang membuat elektabilitas Ahok merosot adalah masalah komunikasi. Gaya bicara Ahok yang ceplas-ceplos dinilai publik sebagai cerminan karakter yang arogan dan sombong.
"Kata-katanya kasar padahal kalau kita melihat kinerjanya hampir 51 persen itu oke dan puas. Tetapi faktor persoal komunikasinya itu tidak bagus. Itu menurut saya dua hal yang paling merusak elektablitas Ahok," tandasnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: