PDI Perjuangan Perkuat Jatidiri Yogyakarta Sebagai Pusat Kebudayaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 02 Oktober 2016, 10:54 WIB
PDI Perjuangan Perkuat  Jatidiri Yogyakarta Sebagai Pusat Kebudayaan
Hasto Kristiyanto/Net
rmol news logo . Bagi PDI Perjuangan, Pilkada Kota Yogyakarta merupakan salah satu ritual kebudayaan untuk memperkuat Yogya sebagai sumber kebudayaan. Yogyakarta merupakan bauran sempurna sebagai kota revolusi, kota kebudayaan, pendidikan, dan pusat pengembangan kebudayaan Jawa yang mengedepankan nilai-nilai kultural penuh dengan kreativitas, dan daya cipta,

"Melihat Yogha haruslah dalam perspektif kebudayaan. Kenyataan Jogja sebagai sumber kebudayaan inilah yang akan diperjuangkan pasangan Imam Priyono dan Ahmad Fadli yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada Yogaakarta," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di saat menghadiri Rapat Kerja Daerah DPD PDIP Jogjakarta (Minguu, 2/10).
 

Sekjen PDIP menjelaskan pesan kebudayaan itu secara khusus disampaikan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ketika memberikan arahan tentang Pilkada Kota Yogyakarta bagi pasangan Imam-Fadli. Dalam tradisi kebudayaan yang mencerminkan bagaimana Pancasila hidup mengakar dalam keseharian masyarakat Yogya yang dikenal sangat toleran, dan bergotong royong, maka pasangan Imam-Fadli harus mampu menggelorakan Jogja sebagai pusat kebudayaan dan sekaligus kota yang merekam jejak sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa.

"Bahkan saya sendiri lahir di Yogya, karena itulah kembangkan seluruh perspektif kebudayaan di kota pendidikan tersebut,” pesan Megawati sebagaimana ditirukan oleh Hasto Kristiyanto.
 
Menurut Hasto, upaya menjadikan Yogyakarta sebagai sumber kebudayaan harus memperhatikan aspek kontinuitas dan kreativitas budaya. Yogyakarta harus penuh dengan ruang publik dengan taman-taman kota yang indah, penataan rumah-rumah penduduk dengan keseluruhan nuansa kebudayaan Jawa, ruang ekspresi kebudayaan, dan museum-museum yang mempertemukan gambaran masa lalu, masa kini dan masa depan.

Hasto sendiri menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk menjadikan kota Yogya berdiri kokoh menjadi kota yang berkepribadian.
 
"Garis imajiner Gunung Merapi, Tugu, Kraton, dan Laut Selatan dengan nilai sangkan paraning dumadi, kosmologi Jawa empat papat lima pancer dan lain-lain, akan menjadi dasar penataan tata ruang Yogya," demikian Hasto. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA