Kampus itu akan menjadi pusat penelitian keislaman yang bertaraf internasional.
"GPII mendukung sekaligus berbangga kalau kampus tersebut bisa terwujud," sebut Ketua Umum PP GPII, Karman BM, Kamis (9/6).
Kata Karman, selama ini, masyarakat nusantara berpikir bahwa belajar Islam itu harus ke Timur Tengah. Tetapi tidak sadar bahwa Islam yang dipraktekkan di Indonesia sedang menjadi contoh di belahan dunia.
"Indonesia menjadi
role model. Islam dan negara bisa damai. Islam di Indonesia bisa sejalan dengan nilai-nilai demokrasi," ungkap dia.
Karman menambahkan, dengan adanya kampus Islam Internasional itu, Indonesia yang damai dan demokrasi akan terekspos ke seluruh penjuru dunia.
"Kita tunjukkan kepada dunia, Indonesia bisa menjadi kiblat dan pusat alternatif peradaban Islam dunia," tukas dia.
[rus]
BERITA TERKAIT: