Pemerintah Bohong Soal Janji Turunkan Harga Bahan Pokok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 07 Juni 2016, 13:56 WIB
Pemerintah Bohong Soal Janji Turunkan Harga Bahan Pokok
said iqbal/net
rmol news logo . Kaum buruh mendesak pemerintahan Jokowi agar menurunkan harga bahan pokok yang sudah sangat mahal dan memberatkan masyarakat di bulan Ramadhan. Terutama harga telur, minyak goreng, bawang, ayam, gula, dan daging.

"Kenaikan harga-harga ini mengakibatkan daya beli buruh turun hingga 20 persen, padahal gaji buruh tidak ada kenaikan," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, Selasa (7/6).

Jelas Said Iqbal, buruh berharap pemerintah jangan hanya "omong doang" dengan memberi harapan semu, seperti janji menurunkan harga daging sapi menjadi Rp 80 ribu per kilo, dan katanya harga bahan pokok sudah turun 5,5 persen, bahkan gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama berani mengatakan harga daging di Ibukota menjadi Rp 39 ribu per kilo.

"Semua itu adalah "bohong" karena fakta di lapangan tidak seperti itu," ucap Deklarator Rumah Rakyat Indonesia (RRI) ini.

Bahkan lanjut Said Iqbal, telur yang selama ini menjadi menu utama buruh karena murah, sudah tidak bisa lagi dikonsumsi, karena sekarang menjadi mahal.

"Oleh karena itu buruh mengusulkan untuk menekan harga-harga tersebut. Selain melakukan operasi pasar, juga memberantas mafia pangan dan menaikkan upah buruh menjadi layak dengan menaikan upah minmal 2017 sebesar Rp 650 ribu," demikian Said Iqbal. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA