Keluhan sebelumnya disampaikan para warga, salah satunya karena Rusun tempat relokasi yang mereka terima lumayan jauh dari tempat asal, yakni di Jakarta Timur.
"Sampai anak loe gue pikirin. Aku kasih bus sekolah, kasih KJP (Kartu Jakarta Pintar), kasih dokter, emang gak gue pikirin? Kasih tempat usaha," ucap Ahok di Balai Kota, Rabu (20/4).
Ahok membandingkan warga relokasi dengan pekerja di Jakarta yang tinggal di luar Ibukota. Oleh sebab itu, janggal menurutnya jika ternyata warga masih mempertanyakan komitmen Pemprov DKI Jakarta.
‎"Saya tanya sama loe, loe orang rata-rata gak tinggal di Jakarta. Kalau masih di Jakarta kamu tinggal Jakarta sejauh mana sih Jakarta. Itu aja pertanyaan saya," tukasnya.
Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi berjanji menyampaikan klarifikasi kepada Ahok terkait relokasi warga gusuran Pasar Ikan dan Akuarium.
Dia menilai relokasi yang ditawarkan oleh Pe‎mprov DKI Jakarta bagi warga penggusuran Pasar Ikan dan Akuarium ke Rusunawa Rawa Bebek di Jakarta Timur terlalu jauh. Terlebih penempatan ini akan memutus perekonomian warga. Mengingat mayoritas warga berprofesi sebagai nelayan, bukan pedagang.
"Rusun Rawa Bebek terlalu jauh. Walaupun dikasih (kredit) UMKM (usaha mikro kecil menengah) siapa yang beli? Belum lagi sekolah anak, cari duitnya di mana? Kehidupan sosial warga juga hilang," katanya.
Sikap itu diambil Prasetyo usai menerima Ratna Sarumpaet bersama dengan Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) DKI Jakarta selaku tim advokasi korban penggusuran Kampung Akuarium dan Pasar Ikan.
[dem]