"Jadi kalau kamu mau ciptakan pulau reklamasi, saya harus keluarkan uang yang membangun pulau yang menjadi porsi pemerintah, lebih baik enggak ada. Tetapi kalau dapat 15 persen, saya mau. Karena saya dengan uang 15 persen bisa menolong nelayan, nolong apa pun, bikin LRT, semua dapat. Itu yang saya minta," ujar Ahok di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (19/4).
Namun, apabila ternyata syarat kontribusi tambahan tersebut dihapuskan, mantan Bupati Belitung Timur ini setuju reklamasi ditiadakan.
"Saya cuma minta satu, jangan ada reklamasi, nanti fasum fasos lima persen dari hasil reklamasi kasih ke DKI. DKI mesti pakai APBD DKI membangunnya, sori saya nggak mau. Lebih baik enggak ada pulau reklamasi," tegasnya.
Berdasarkan perhitungan Ahok, dengan adanya kontribusi tambahan maka Pemprov DKI Jakarta akan mendapat pemasukan sebesar Rp 48 triliun. Belum lagi ditambah dengan keuntungan memiliki sertifikat tanah hasil seluruh reklamasi di Teluk Jakarta.
"Tetapi kalau izin diambil orang lain. Lalu 15 persennya hilang. Wah ini berarti masalah. Saya tolak," tegasnya.
[wid]