Marwan belakangan ini memang terus digoyang melalui program pendamping desa. Politikus Persatuan Kebangkitan Bangsa (PKB)‎ ini mengaku merasakan adanya manuver tersebut.
"Ada pihak yang mempolitisasi saya lewat itu (pendamping desa). Tapi tak perlu saya sebutkan pihak itu," kata dia di kantor Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (10/4).
Namun, saat awak media menanyakan apakah pihak yang dimaksudkannya itu bermaksud menggunakan isu pendamping desa guna melengserkan posisinya di Kemendes PDTT, Marwan bergeming dan menolak menjawabnya.
"Tak usah dijawab soal itu. Tanyakan saja ke PKB," tukasnya seperti dilansir dari
JPNN.Com.
[rus]
BERITA TERKAIT: