Martin Manurung: Nasdem Tidak Pernah Meminta Jatah Dan Menuntut Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Sabtu, 09 April 2016, 12:17 WIB
Martin Manurung: Nasdem Tidak Pernah Meminta Jatah Dan Menuntut Presiden
martin manurung/net
rmol news logo Karena sejak awal menyatakan mendukung pemerintahan Jokowi-JK tanpa syarat, dengan demikian Partai Nasdem tidak mau menjadi beban pemerintah, apalagi masyarakat.

Hal itu ditegaskan Ketua DPP Partai Nasdem, Martin Manurung, kepada wartawan hari ini (Sabtu, 9/4) menyikapi kuatnya kabar rencana reshuffle kabinet saat ini.

"Apapun yang dibutuhkan agar pemerintahan ini sukses, Nasdem pasti siap untuk mendukung dan memberikan apa yang terbaik. Termasuk tentang kursi kabinet. Nasdem tak pernah meminta jatah dan menuntut presiden," ujar Martin.

Dia menerangkan bahwa sejak awla Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, mengatakan bahwa Nasdem siap menghibahkan kader-kader terbaiknya bila presiden membutuhkan untuk membantunya di pemerintahan.

Artinya, kader-kader Nasdem yang ada di kabinet sepenuhnya hasil pilihan presiden, bukan karena "jatah" partai politik. Surya Paloh pun menekankan bahwa kewajiban para kader Nasdem yang sudah dipilih sebagai pembantu presiden adalah sepenuhnya tunduk, melapor dan bertanggung jawab kepada presiden.

"Pembentukan dan perombakan kabinet adalah wewenang sepenuhnya Presiden Jokowi. Ketua Umum Surya Paloh bahkan mengimbau partai-partai politik pendukung pemerintah agar tak menimbulkan suasana gaduh terkait perombakan kabinet," kata Martin. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA