Hal ini berdasarkan fakta, intensitas pertemuan Ketua Umum Hanura, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, dengan Presiden Joko Widodo cukup tinggi belakangan ini.
"Reshuffle itu akan ada saya bilang ya. Tidak mungkin Pak Wiranto bertemu Presiden Jokowi secara intens kalau tidak bicara itu," kata Ketua DPP Partai Hanura, Erik Satrya Wardhana, dalam diskusi "Cukupkah Hanya Reshuffle?" di Menteng, Jakarta, Sabtu (2/4).
Menjelang reshuffle kedua ini, ada catatan penting dari Hanura kepada presiden. Yaitu terkait proses perekrutan yang bagi Hanura sangat penting.
"Harus ada kesamaan visi antara presiden dan para pembantunya, dan tidak perlu terburu-buru dalam proses perekrutan," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: