Di samping indikator kerja yang tidak perform, pengamat Citra Institute, Efriza, melihat Raja Juli memiliki afiliasi politik yang kuat dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau disebut "Geng Solo".
"Memungkinkan reshuffle nanti menyingkirkan orang tidak kapabel, banyak polemik, bahkan dari barisan Geng Solo yakni Raja Juli," ujar Efriza kepada
RMOL di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Magister ilmu politik lulusan Universitas Nasional (UNAS) itu mengamati, Raja Juli berada dalam pucuk pimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang notabene punya sikap politik mendukung putra sulung Jokowi yang kini menjabat Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka menjadi calon presiden (capres) di 2029.
"Apalagi PSI sudah menunjukkan siap menjadikan Gibran sebagai capres dari PSI," tuturnya.
Oleh karena itu, Efriza meyakini reshuffle yang akan dilakukan Presiden Prabowo dalam waktu dekat ini akan memangkas pengaruh Jokowi di pemerintahannya.
"Ini artinya, sudah semestinya Presiden Prabowo benar-benar membersihkan barisan Geng Solo, orang-orang yang tidak kapabel," ucapnya.
"Juga barisan PSI yang malah menunjukkan haus kekuasaan untuk Pemilu 2029, bukannya bersama pemerintah dengan patuh menjalankan program Presiden Prabowo," demikian Efriza menambahkan.
BERITA TERKAIT: