Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, hal tersebut membuktikan jika jabatan presiden yang melekat pada Jokowi patut dipertanyakan.
"Sebagai Kepala Negara dan pemimpin bangsa wajar saja jika kepimpinan Jokowi dipertanyakan. Rakyat di Sumatera dan Kalimantan saat ini sedang berjuang antara hidup dan mati, namun Jokowi seolah tak peduli dan lebih mementingkan AS daripada menyelamatkan puluhuan juta rakyatnya yang sedang menderita," sebut Panji kepada redaksi, Selasa (27/10).
Ia menilai, Jokowi tidak mencontoh para pemimpin di dunia seperti, Perdana Menteri Inggris David Cameron rela membatalkan kunjungan luar negeri ketika negaranya dilanda banjir, san Presiden Korsel Park Geun-hye yang melakukan hal yang sama ketika negaranya Korsel dilanda wabah mers.
"Jika melihat keadaan ini layak jika kepemimpinan Jokowi dipertanyakan, dan bukan hanya itu saja, asap yang sudah mengepung awan Jakarta pun tak bisa menghentikan niatan Jokowi untuk membatalkan kunjungan tersebut, bagaimana mungkin sikap seperti itu bisa dimiliki oleh seorang presiden atau pemimpin rakyat? Dan apakah memang harus seluruh Indonesia dikepung asap dan seluruh rakyat Indonesia terkena ISPA lalu Jokowi peduli?" tukas Panji.
[rus]
BERITA TERKAIT: