Kegiatan yang bertajuk "Kemandirian Ekonomi Perempuan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi" tersebut dirangkum dalam pembinaan kerukunan wanita Buddhis yang digelar di Tangerang, Banten beberapa waktu lalu.
Ketua Umum Kowani, Dr Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan kemandirian ekonomi perempuan sangat penting bagi diri, keluarga, maupun organisasi yang digelutinya. Menurutnya, kemandirian bisa diperoleh melalui banyak hal. Pertama, melalui minat dan kesadaran akan urgensi mandiri secara ekonomi. Kedua, ada kesadaran untuk terus mengisi atau memberdayakan diri terus-menerus. Ketiga, aktif dan serius mencari serta memilih guru atau mentor yang tepat.
"Inilah kunci mengembangkan organisasi. Karena organisasi yang berkualitas membutuhkan beberapa prasayarat dan indikator penunjang, salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM) yang baik dan memiliki kemandirian ekonomi," sebut Giwo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/10).
Ia menjelaskan, kemandirian adalah suatu sikap yang memungkinkan seseorang bertindak bebas, melakukan sesuatu atas dorongan sendiri dan untuk kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
"Juga mampu berpikir dan bertindak original, kreatif, dan penuh inisiatif, mampu mempengaruhi lingkungan, mempunyai rasa percaya diri dan memperoleh kepuasan usaha," ujarnya.
Giwo berharap aktivitas pembinaan yang dilakukan Ditjen Buddha Kemenag bisa mendorong semakin banyak perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi. Sehingga ke depan semakin banyak perempuan yang mau berorganisasi sosial, dan menjadi insan-insan yang berkualitas.
"Selain itu, memotivasi para perempuan Indonesia agar bisa meningkatkan kemandirian ekonomi dan setiap organisasi wanita terus bekerja profesional dengan memperbanyak anggota yang andal dan memiliki kemandirian ekonomi," tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: