Pernyataan Teten bahwa APBN akan kolaps jika kontrak Freeport tidak diperpanjang merupakan informasi yang sesat dan manipulatif.
Demikian disampaikan Sekjen Prodem, Satyo Purwanto alias Komeng kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/10).
"Sepertinya Anda bicara masih sebagai aktivis LSM. Anda lupa saat ini menjabat Kepala KSP dan sebagai representasi Presiden. Selain melampaui kewenangan, Anda menyebarluaskan informasi sesat," papar Satyo.
Faktanya, kata Satyo, pendapatan pemerintah dari Freeport hanya 1/4 dari APBN. Itu pun sudah penggabungan deviden, royalti, pajak dan tariff pos pendapatan royalti 1% untuk emas dan 1-3% untuk tembaga. Nilai ini sangat kecil dibanding dengan keuntungan Freeport yang bisa menembus di atas 20 triliun pertahun.
"Pernyataan Anda sangat anti Nawacita dan anti Trisakti. Pernyataan Anda sangat menyakiti rakyat Indonesia khususnya saudara kita diPapua sebagai warga pribumi yang paling berhak menikmati kekayaan alamnya dan sudah banyak berkorban sejak Freeport beroperasi diPapua tahun 1967," tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: