
Dalam rangka menyambut tahun baru 1437 Hijriah yang jatuh pada hari ini, Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mengajak kepada umat muslim Indonesia memperbanyak ikhtiar untuk bersama-sama melakukan gerakan
taubat nasuha .
Bendahara Umum PP GPII, Guntur Setiawan, dalam keterangannya mengatakan gerakan taubat nasuha perlu digalakkan agar negeri kita dijauhkan oleh Allah SWT dari segala macam bencana seperti kekeringan, kebakaran hutan, surplus asap serta krisis ekonomi nasional.
"GPII mengajak umat Islam agar bermuhasabah atau evaluasi diri total baik secara individu maupun bersama-sama demi kebangkitan kembali dalam mencapai persatuan umat meraih kejayaannya, baik dalam konteks keIndonesian maupun global sebagai
khalifatul ardi (penguasa di muka bumi)," katanya.
Momentum tahun baru Islam tahun ini, menurut Guntur, harus mampu menjadi momen hijrah dari keburukan menjadi kebaikan, dari kelemahan menjadi kekuatan, dari ketidak berdayaan menjadi kebangkitan serta dapat menjadi pengingat agar kita senantiasa mawas diri mengapa kondisi umat Islam hari ini terpuruk, tak berwibawa, kehilangan arah dan orientasi dalam berbagai bidang kehidupan.
Dalam konteks lokal Indonesia hari ini, situasi dan keadaan negara kita dalam kondisi darurat dan genting. Bencana datang silih berganti, ekonomi nasional terancam bangkrut, rupiah terpuruk, daya beli rakyat jatuh, PHK dimana-mana, pengangguran meningkat, rakyat miskin bertambah, maupun harga sembako melambung tinggi.
"Apakah ini semua azab yang ditimpakan Allah SWT kepada kita karena telah salah memilih pemimpin nasional? Bukankah Rosulullah telah mengingatkan kepada umat Islam bahwa jika kamu menyerahkan urusan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya. Inikah takdir yang harus kita jalani dari proses yang sudah kita tentukan sendiri dalam memilih pemimpin nasional dalam pemilu tahun lalu?" kata Guntur.
"Apakah sebagai kaum muda Islam, kita terus diam melihat situasi ini? Jawabannya adalah tidak. Mari kita jadikan momen tahun baru Islam 1437 Hijriah ini sebagai momentum revolusi nasional," tukasnya.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: