
Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo tidak habis pikir di era keterbukaan dalam berpendapat seperti saat ini, ternyata masih ada petani yang disiksa dan dibunuh hanya karena kritis dan gigih memperjuangkan nasibnya.
Hal ini diutarakan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu mengomentari dua aktivis petani antitambang yang menjadi korban penganiayaan sadis di Kantor Balai Desa Lumajang, Jawa Timur. Salah seorang di antaranya bernama Salim alias Kancil malah dikabarkan sempat digergaji sebelum jasadnya dibuang.
"Saya mendesak kepada penegak hukum untuk menangkap dan mengusut aktor intelektual atas terbunuhnya dua petani itu," tegas Edhy di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 29/9).
Menurutnya, apa yang dialami dua petani itu masih sebagian kecil dari banyaknya petani yang bernasih nahas di negeri ini. Tidak sedikit petani yang hanya bisa menggarap sawah tanpa memiliki lahan. Belum termasuk petani yang kesulitan pupuk dan hidup menderita.
"Negara dan pemerintah harus hadir di tengah para petani. Karena petani adalah ujung tombak pangan kita dan anak kandung bangsa, bukan anak tiri yang harus diperlakukan tak adil dan minim perhatian," tegas Edhy.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: