Solidaritas Nasional Pembebasan Indonesia merupakan gabungan massa dari mahasiswa, pemuda, pedagang kaki lima, dan buruh. Organisasi ini terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Barisan Oposisi Nasional, PMKRI, GPII, Himmah Alwasliyah, Papernas, APKLI, dan Aliansi Tarik Mandat (ATM).
"Problem mendasar bangsa Indonesia hari ini adalah kepemimpinan nasional yang lemah, kehilangan orientasi bernegara, dan setiap kebijakan hanya sarat dengan pencitraan semata. Presiden dan wakil presiden hendaknya mempunyai pemahaman yang subtantif mengenai apa yang dirasakan rakyat. Apa persoalan yang dihadapi bangsa ini, sehingga setiap kebijakan diimplementasikan secara arif, adil, dan bijaksana semata demi kepentingan masyarakat," ujar Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL (Jumat, 11/9).
Menurutnya, bangsa Indonesia semakin jauh dari kedaulatannya, sejak rezim Jokowi berkuasa. Sentimen pemerintahan baru dan segala program kerja yang dibuat, tidak mampu menepis pengaruh global yang terus menekan rupiah.
Bahkan, memasuki awal 2015 ketika program-program Jokowi disebut sudah mulai terlihat arahnya, juga belum mendapat respons positif dari pasar keuangan. Fakta yang terjadi, lanjut Beni, pasar justru semakin memburuk.
"Harga barang impor terus naik, beban utang negara semakin besar, dan PHK besar-besaran. Asosiasi Pengusaha Tekstil (API) mencatat sudah 60.000 pekerja tekstil di-PHK. Ini ironis! Jokowi yang berjanji akan membuka ribuan lapangan kerja, malah menciptakan ribuan penganguran baru," sambung Presiden Organisasi Pemuda Asia Afrika.
"Bangsa kita hari ini seperti tanpa pemerintahan, negara seolah tidak tahu-menahu kalau rakyat kini kesusahan. Hiruk pikuk politik saat ini lebih kental dibanding mengentaskan problematika kerakyatan. Hal ini merupakan akibat dari kepentingan politik para elite yang lebih dominan ketimbang kepentingan rakyat," tandasnya.
Sejumlah alasan itu yang membuat Solidaritas Nasional Pembebasan Indonesia menggelar aksi hari ini. Aksi akan digelar usai Salat Jumat, sekitar pukul 13.00. Aksi akan dipusatkan di depan Istana Presiden.
[ian]
BERITA TERKAIT: