Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menegaskan bahwa dalam pertemuan itu memperbincangkan peran Indonesia dan Turki sebagai negara besar di PBB.
"Indonesia dan Turki adalah negara besar harus bisa berperan di PBB," kata Fadli, Jumat (31/7).
Menurutnya, keinginan itu didasari alasan bahwa PBB hanya dikuasai oleh lima negara yang memiliki hak veto, yaitu Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Perancis, dan Inggris. Fadli Zon mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Erdogan menyampaikan telah melobi Tiongkok agar Indonesia dan Turki dapat dilibatkan.
"(Kata Erdogan) Presiden Tiongkok sudah menyambut baik," sambung waketum DPP Gerindra itu.
Sementara bagi Indonesia, lanjut Fadli, usulan reformasi PBB telah sesuai dengan cita-cita Presiden Jokowi. Ia berharap reformasi PBB bia memberi kesempatan bagi banyak negara untuk lebih dilibatkan dalam PBB.
"Seolah-olah dunia ini cuma punya lima negara itu," katanya.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Ketua DPR Setya Novanto didampingi oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, Wakil Ketua Komisi I Tantowi Yahya, dan Ketua Badan Kerjasama antar Parlemen (BKSAP) Nurhayati Assegaf.
[ian]
BERITA TERKAIT: