"Alhamdulillah kami disini diterima dengan baik dan tidak kurang apa-apa," kata perwakilan dari muslim Rohingya, Rahit, di sela menerima bantuan, Jumat (29/5).
Rahit yang bisa berbicara bahasa Indonesia tidak henti-hentinya mengucapkan rasa sukurnya. Sesekali, iapun meneteskan air matanya.
Dia mengaku di Indonesia sangat toleran. Sangat berbeda dengan situasi di negara asalnya. Disini, aku Rahit, bisa dengan leluasa belajar Al Quran dan mengumandankan azan.
"Disini boleh azan, boleh baca al-quran. Di negara kami tidak bisa. Kami terima kasih indonesia, aceh. Telah menerima kami," tandasnya.
Bantuan diberikan langsung Ketua Parmusi, Usamah Hisam kepada muslim Rohingya yang ditampung di tiga lokasi pengungsian di Aceh, yakni Lhoksukon, Bayeum dan Langsa.
Tak tanggung-tanggung, Parmusi membawa 4 mobil truk. Di dalam bawaannya, Parmusi membawa sembako, baju, jilbab, sorban, Al Quran dan lainnya.
"Parmusi sebagai ormas islam wajib membantu sesama muslim termasuk muslim Rohingya. Kita sebagai warga muslim akan menerima dan membantu warga muslim Rohingya. Bahkan wajib hukumnya," ujar Usamah di sela mengunjungi pengungsi.
Bantuan yang diberikan saat ini, kata dia, sebagai tindakan awal dari bukti kepedulian Parmusi kepada sesama muslim.
"Sepanjang ramadhan kami menjamin buka puasa dan sahur kepada seluruh Rohingya. Saya intruksikan kepada kader, sehingga mereka benar-benar terlayani dengan baik," imbuhnya.
Usamah mengatakan pihaknya juga berencana akan mendirikan sekolah sementara bagi anak-anak muslim Rohingya.
"Insya allah Parmusi hadir disini, akan mendirikan madrasah kepada warga Rohingya. Parmusi akan sekuat tenaga membantu warga Rohingya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Usamah mendesak pemerintah pusat lebih optimal dalam membantu para pengungsi. Usamah menyesalkan adanya pejabat yang menganggap pengungsi Rohingya sebagai beban.
"Ini adalah persoalan kemanusiaan," demikian Usamah.
[dem]
BERITA TERKAIT: