Begitu kata Wakil Ketua Umum DPP PAN Hanafi Rais saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 24/4). Dijelaskan Hanafi, di saat Asia telah dianggap mampu memasuki era kebangkitan pasca dominasi Amerika dan Uni Eropa, di sebagian Afrika masih harus bertarung melawan kelaparan, kemiskinan, terorisme, dan musuh-musuh sosial lainnya.
"Untuk itu, Kerjasama Selatan-Selatan dalam kerangka New Asian African Strategic Partnership (NAASP) harus bisa merekonstruksi masa depan bersama bahwa hubungan ekonomi, bisnis, dan kesejahteraan kedua kawasan ini bersifat saling menguntungkan dan saling menyejahterakan dengan cara Asia-Afrika (Asian-African Way)," ujarnya.
Pemerintah- pemerintah di Asia dan Afrika harus banyak melibatkan peran komunitas, swasta dan aktor non-negara lainnya. Pasalnya, pendekatan "non-negara" dalam kerjasama antar negara dinilai lebih tepat mengingat kultur "non-negara" di Asia dan Afrika yang melembaga.
"Tiongkok buktinya. Pemerintahnya berhasil memfasilitasi peran para aktor non-negara dalam investasi, bisnis dan ekonomi di Afrika dan keduanya tumbuh saling menguntungkan dan positif," sambung wakil ketua Komisi I DPR RI itu.
Selain itu, lanjutnya, Asia Afrika perlu serius membentuk kerjasama keamanan. Dalam menuju komunitas keamanan ini bisa dimulai dari kerjasama antar intelijen, sharing informasi keamanan, joint military training.
"Terutama untuk menangkal ancaman keamanan yang melanda kedua kawasan," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: