Namun begitu, pengamat politik dari IndoStrategi Andar Nubowo menilai bahwa pelaksana tugas sekjen itu tidak cocok untuk dijadikan sekjen banteng moncong putih. Alasannya, karena Hasto sudah kerap melakukan blunder semenjak menjabat pelaksana tugas sekjen.
"Sebenarnya ada Hasto sebagai tokoh muda (sebagai sekjen). Tapi sayang, dalam beberapa belakangan dia sering blunder," ujar lulusan magister politik Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociates (EHESS) Paris, Perancis itu saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 25/3).
Dijabarkan Andar, blunder Hasto nampak ketara terlihat saat Hasto menyerang salah satu komisioner KPK. Komentar frontal dan gaya urakan Hasto akhirnya menimbulkan opini publik yang merugikan PDIP. Pasalnya muncul dikotomi buaya tunggangi banteng melawan cicak pasca serangan Hasto dilakukan.
"Untuk tipe petempur tepat. Tapi kalau mengisi pos sekjen kurang. Sekjen itu harus mampu mengimbangi dan bisa menerjemahkan pikiran-pikiran ketum. Baik ke internal partai maupun ke eksternal," tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: