Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa percepatan pembahasan RUU Pemilu penting mengingat tahapan pemilu membutuhkan persiapan yang panjang dan matang.
“Ya tentu saja, karena pemilu mencakup hajat hidup orang banyak yang dimanifestasikan di dalam suara rakyat yang secara merdeka dan berdaulat menyampaikan pilihannya,” ujar Hasto kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Hasto menambahkan, pemilu merupakan mekanisme lima tahunan dalam membangun kualitas demokrasi yang harus dipersiapkan secara serius, termasuk melalui regulasi yang kuat dan komprehensif.
Karena itu, PDIP mendorong adanya kerja sama lintas fraksi di DPR agar pembahasan RUU Pemilu dapat segera dilakukan secara formal.
“PDI Perjuangan mendorong kerja sama dengan fraksi-fraksi agar segera dilakukan pembahasan Undang-Undang Pemilu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan bahwa PDIP telah melakukan berbagai persiapan internal untuk menghadapi pembahasan RUU tersebut. Salah satunya melalui penyelenggaraan workshop yang membahas berbagai isu strategis terkait sistem pemilu.
“Dan PDI Perjuangan telah mempersiapkan dengan mengadakan berkali-kali workshop untuk membahas isu-isu strategis terkait dengan sistem pemilu, terkait dengan ambang batas minimum, dan juga bagaimana meningkatkan independensi dari penyelenggara pemilu agar asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil betul-betul dapat dijalankan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: