Demikian disampaikan pengamat politik, Sugiyanto. Menurut Sugiyanto, ada beberapa poin strategis yang menyebabkan begitu kuatnya dorongan dari pihak-pihak tertentu yang ingin menyingkirkan putera sulung mantan gubernur DKI Ali Sadikin tersebut.
"Setidaknya soal hak angket dalam waktu pendek. Jangka menengahnya soal cagub di pilkada DKI 2017 mendatang. Serta jangka panjangnya, terkait pencalegan saat pileg 2019," kata Sugiyanto beberapa saat lalu (Kamis, 12/3).
Belum lagi, lanjut Sugiyanto, intrik-intrik personal yang kesulitan menembus barisan Boy Sadikin yang mengawal kandang banteng Jakarta yang secara kinerja politik teruji sejak 2012.
"Pihak-pihak tertentu inilah yang menghimpun suatu kekuatan untuk menyingkirkan Boy Sadikin," ujarnya lagi.
Kini, lanjutnya, bola konferda DKI sudah berada di tangan DPP PDIP. Tinggal dilihat apakah DPP merespon prestasi politik yang sudah diukir Boy dengan treble winnernya dimana membawa PDI-P menang di pilkada DKI 2012 serta sukses di pileg dan pilpres 2014, atau memilih calon lain yang belum ada prestasinya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: