Pengamat politik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Airlangga Pribadi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Selasa, 3/2).
PAN, kata Airlangga, tidak akan sanggup bergerak luwes dalam membangun aliansi politik jika tetap tidak ada perubahan kepemimpinan. Karena semestinya PAN bisa menjadi pemain kunci dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Tapi yang terjadi saat ini, ternyata hal itu tidak bisa dilakukan lantaran PAN cenderung berada di bawah bayangan partai lain, yaitu Demokrat.
"Akibatnya, dalam beberapa kali menyikapi isu-isu kebijakan yang tidak populis, PAN terus mengalami ketertinggalan bahkan cenderung diam," ujarnya.
Airlangga berpendapat, Kongres PAN ke-IV bisa menjadi momentum bagi partai yang lahir dari rahim reformasi ini untuk berbenah diri. Ini mengingat selama lima tahun ke belakang, kepemimpinan PAN cenderung sentralistik dan elitis. Selain itu, sistem perkaderan juga dinilai tidak berjalan maksimal. Akibatnya, ketika pelaksanaan pileg banyak kalangan artis ditarik demi mendongkrak perolehan suara.
"Kader-kader PAN harus berpikir keras untuk menentukan pilihan ketumnya nanti. Jangan terjebak dengan money politic, sehingga menggadaikan masa depan PAN lima tahun mendatang," tandasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: