"Ini preseden buruk bagi institusi Polri ke depan, karena telah memberikan contoh tidak baik melawan atasan mereka, Plt (pelaksana tugas) Kapolri (Komjen Badrodin Haiti)," kata politisi senior, Rachmawati Soekarnoputri, kepada wartawan, Jumat (30/1).
Beberapa hari lampau diberitakan bahwa Wakil Kepala Polri yang juga Plt Kepala Polri, Komjen Badrodin Haiti, telah memerintahkan tiga perwira kepolisian untuk hadir sebagai saksi dugaan suap Komjen Budi Gunawan alias BG di KPK.
Selain memerintahkan anggotanya untuk hadir memenuhi pemeriksaan KPK, Badrodin juga berharap anggotanya yang dipanggil mempersiapkan diri. Namun nyatanya, tetap saja tiga perwira tinggi polisi itu tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK.
Terkait itu, Rachmawati yang biasa disapa Mbak Rachma, menilai ada unit-unit kepolisian yang melakukan pembangkangan terhadap Wakapolri yang juga Plt Kapolri.
"Yang perlu diwaspadai unit-unit yang nampaknya sudah dikuasai BG, adalah Bareskrim dan Propam. BG adalah mantan Kepala Divisi Propam Polri. Ini sudah melakukan insubordinasi atau pembangkangan terhadap atasan yaitu Plt Kapolri," ujarnya.
Karena itu, Mbak Rachma memaklumi pernyataan pakar kepolisian yang juga anggota Tim Independen kasus KPK Vs Polri, Bambang Widodo Umar, yang menyarankan KPK meminta bantuan TNI dalam penjemputan paksa para anggota Polri yang tidak hadir tanpa alasan jelas dalam proses hukum di KPK.
"Nampaknya ia (Bambang Widodo) mengendus Propam tidak akan berani jemput paksa orang-orangnya BG," katanya
Putri Bung Karno ini juga menyesalkan ketidakhadiran BG dalam rencana pemeriksaan hari ini di KPK.
"Belum berkuasa saja sudah abuse of power. Bagaimana kalau jadi Kapolri? Betul kan BG mangkir? Kalau tiga kali mangkir, siapa mau panggil paksa?" tutupnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: