Sentinel Ungkap Dugaan “The Real Oplosan” Solar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Senin, 02 Februari 2026, 18:49 WIB
Sentinel Ungkap Dugaan “The Real Oplosan” Solar
Ilustrasi
rmol news logo Laporan Sentinel Studi Hukum dan Masyarakat (Sentinel) mengungkap indikasi dugaan praktik korupsi dalam produksi dan pemasaran produk Biosolar B40 Performance.

Sentinel menilai, dugaan penyimpangan tersebut tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat menyesatkan konsumen industri melalui praktik pencampuran bahan bakar yang mereka sebut sebagai “The Real Oplosan.”

Direktur Policy Advocacy Sentinel, Ronald Jefferson, menyatakan bahwa temuan tersebut berpusat pada proses pengadaan zat aditif (additive) untuk Solar B40 Performance yang diduga dilakukan tanpa mekanisme tender terbuka.

“Kami menemukan indikasi kuat adanya penunjukan langsung terhadap pemasok zat aditif, yakni Afton Chemical, tanpa proses tender yang transparan dan kompetitif. Praktik ini jelas bertentangan dengan prinsip Good Corporate Governance,” ujar Ronald dalam keterangan tertulis, Senin 2 Februari 2026.

Dipaparkan Ronald, penunjukan langsung tersebut membuka ruang konflik kepentingan serta dugaan mark-up harga yang berpotensi merugikan keuangan perusahaan dan negara.

Masih kata Ronald, laporan Sentinel juga mengungkap dugaan metode produksi Solar B40 Performance yang dinilai tidak sesuai standar keselamatan dan kualitas kilang. Zat aditif disebut tidak melalui proses blending terstandar, melainkan dicampur secara manual di lapangan.

“Jika benar pencampuran dilakukan secara manual di unit pelaksana, ini bukan lagi produk performance, melainkan oplosan skala industri yang berisiko terhadap kualitas dan keselamatan,” bebernya.

Investigasi Sentinel turut menemukan indikasi bahwa pengadaan aditif dilakukan secara terfragmentasi oleh unit pelaksana, bukan terpusat. 

"Pola ini diduga untuk menghindari pengawasan ketat dari pusat, meski kebijakan operasionalnya tetap dikendalikan oleh manajemen atas," demikian Ronald.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA